Makkah Makin Terik, Aktivitas Sepi

Editor: Ivan Aditya

MAKKAH (KRjogja.com)  – Teriknya sinar matahari di Makkah membuat penghuni kota ini lebih memilih beraktivitas di dalam ruangan berpendingin udara pada siang hari.

Pantauan, Kamis (11/8/2016), jalanan di salah satu kota ini tampak lenggang. Hampir di seluruh penjuru kota hanya tampak lalu lalang sejumlah mobil yang dilengkapi AC. Mobil-mobil lainnya kebanyakan diparkir begitu saja di pelataran pusat perbelanjaan maupun perumahan. Seperti yang tampak di wilayah Jalan Jeddah, Aiziyah, maupun Mahbaz Jin. Maklum saja, suhu udara pada pukul 12.55 WAS mencapai 40 derajat.

Tekanan udara terus beranjak naik mulai pukul 10.00 WAS yang hanya 34 derajat Celsius kemudian menjadi 36 derajat pada pukul 11.31 WAS. Panas ekstrem ini semakin lengkap dengan terpaan debu yang dibawa angin kencang.

 
Aktivitas manusia yang cukup mencolok hanya tampak di sekitar Masjidil Haram. Ratusan jamaah haji dari Pakistan dan Bangladesh tampak berjalan beriringan menuju pemondokannya usai menjalankan Salat Dhuhur berjamaah. Mereka mayoritas mengenakan payung untuk mengurangi sedikit terangan sinar Matahari. Kacamata hitam serta masker menjadi perangkat lain yang seolah wajib digunakan pada siang hari untuk mengurangi dampak terik matahari, udara panas, serta debu yang berterbangan. Adapun para jamaah haji asal Indonesia masih berada di Madinah untuk melakoni ritual Arbain.

Kendati suhu panas berhasil menundukkan mayoritas penduduk kota, di beberapa titik masih tampak beberapa aktivitas pekerja bangunan. Mereka mengerjakan proyek-proyek pembangunan hotel serta perbaikan fasilitas umum.   Begitu pula di pasar, beberapa pekerja tampak bongkar muat muatan dari truk. Mereka seolah sudah berdamai dengan sengatan terik matahari, udara panas, serta terjangan debu. (*)

 

BERITA REKOMENDASI