Malaysia Akhirnya Gunakan Sinovac dan AstraZeneca

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Malaysia memberikan persetujuan bersyarat untuk penggunaan vaksin corona AstraZeneca buatan Inggris dan Sinovac dari China. Persetujuan itu diberikan beberapa hari setelah Malaysia meluncurkan program nasional inokulasi Covid-19.

Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, menyebut persetujuan bersyarat itu yakni kedua perusahaan vaksin akan diminta memberikan data tambahan mengenai pengiriman bertahap untuk memastikan keefektifan dan keamanan penggunaan vaksin yang mereka kembangkan.

Otoritas kesehatan juga mengevaluasi vaksin corona produksi Rusia, Gamaleya Research Institute dan fasilitas pembotolan lokal untuk vaksin Sinovac, kata Hisham. Sinovac menandatangani kesepakatan dengan Pharmaniaga Malaysia, yang akan melaksanakan proses pengisian dan penyelesaian untuk distribusi vaksin di Negeri Jiran, kemudian memproduksinya secara lokal.

Bulan lalu, pemerintah Malaysia mengatakan telah mengamankan 66,7 juta dosis vaksin, cukup untuk menutupi lebih dari populasinya. Malaysia memulai vaksinasi pada 24 Februari menggunakan vaksin Pfizer dan BioNtech sebagai upayanya menekan lonjakan kasus dan membantu pemulihan ekonomi negara tersebut.

Malaysia menargetkan vaksinasi setidaknya 80 persen dari populasi sekitar 32 juta pada Februari tahun depan. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin sebelumnya telah menegaskan akan menggratiskan vaksin bagi warga. (*)

BERITA REKOMENDASI