Malaysia Bidik Peluang Bisnis di Ibukota Baru

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Malaysia antusias dengan keputusan pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibu kota ke Penajam dan Kutai Kertanegara karena wilayah di Kalimantan Timur itu sangat dekat dengan Sabah dan Serawak. Mereka pun mulai membidik potensi bisnis baru.

Kepala Menteri Sabah dan Serawak, Shafie Apdal, pemindahan ibu kota ini akan sangat menguntungkan karena saat ini Sabah sedang memperkuat aturan perdagangan barter dalam kegiatan-kegiatan kerja sama di Kalimantan dan Mindanao, Filipina.

Shafie sendiri telah menyetujui 43 lisensi di zona perdagangan barter Sabah di Kudat, Tawau, dan Sandakan. Dalam peraturan tersebut, batasan jumlah barter tidak ditentukan dan jenis barang yang diperdagangkan juga harus dicatat dan diumumkan. Petugas keamanan akan disiagakan untuk memastikan perdagangan berjalan dengan aman.

Tak hanya ekonomi, kegiatan barter semacam ini juga dapat menjadi arena pertukaran kebudayaan Sabah, Serawak, dan Kalimantan. Shafie yakin kerja sama ini akan maju seiring dengan perkembangan Kaltim yang tentu akan semakin pesat setelah menjadi ibu kota baru.

"Saya yakin keputusan mereka akan bermanfaat bagi wilayah ini, terutama Sabah dan Sarawak. Sebagai pusat ekonomi, mereka bisa membuat dampak ekonomi yang besar," ucap Kepala Menteri Sabah dan Serawak, Shafie Apdal. (*)

BERITA REKOMENDASI