Malaysia dan Singapura Tinjau Ulang Vaksin Sinovac

Editor: Ivan Aditya

SINGAPURA, KRJOGJA.com – Malaysia dan Singapura dilaporkan masih akan meninjau vaksin corona yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China, menyusul hasil efikasi yang diumumkan Brasil yang hanya efektif 50,4 persen mencegah gejala simtomatik. Hasil itu hampir tidak memenuhi ambang batas untuk mendapatkan persetujuan regulasi, sekaligus turun dari hasil efikasi sebelumnya yang diumumkan Brasil pekan lalu yaitu 78 persen.

Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong mengatakan vaksin Sinovac harus melalui pengawasan peraturan dan otorisasi oleh Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HAS) sebelum dapat diberikan kepada publik.

“Kami akan teliti datanya saat datang, daripada bergantung pada angka yang dilaporkan. Lebih baik mengandalkan data resmi yang kami terima dari Sinovac sendiri,” kata Gan.

Gan menjelaskan HAS akan menilai datanya dan komite ahli Covid-19 negara juga akan mengevaluasi apakah vaksin itu cocok untuk vaksinasi di Singapura. “Kami akan membagikan lebih detail jika sudah tersedia,” ujarnya.

Sementara itu di Malaysia, Menteri Sains Teknologi dan Inovasi Khairy Jamaluddin mengatakan pihaknya akan melanjutkan pengadaan pasokan vaksin Sinovac hanya jika vaksin itu memenuhi standar keamanan dan kemanjuran regulator lokal.

“Jika kami tidak puas dengan keamanan dan kemanjuran, kami tidak akan melakukan pengadaan,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI