Malaysia Tarik Diri dari Pernyataan ASEAN

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Malaysia menarik diri dari pernyataan ASEAN mengenai krisis di Rakhine, Myanmar, yang disampaikan di sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.

"Malaysia menarik diri dari Chairman Statement karena kami berpandangan, pernyataan itu merupakan misinterpretasi dari realita situasi," ujar Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman.

Dengan mundurnya Malaysi pernyataan itu tidak berdasarkan konsensus ASEAN. Anifah juga menyoroti, pernyataan ASEAN itu tidak menyebut Rohingya sebagai salah satu komunitas yang menjadi korban di Rakhine.

Namun, Anifah menekankan bahwa Malaysia tetap mengecam penyerangan Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) ke militer Myanmar pada 25 Agustus lalu dan "operasi pembersihan" oleh otoritas yang menewaskan banyak warga sipil dan menyebabkan lebih dari 400 ribu orang Rohingya mengungsi.

Malaysia juga menyatakan kekhawatirannya terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine. Menrut Anifah, dunia tidak boleh tutup mata dan harus segera bertindak. Melalui pernyataan itu, Anifah juga mendesak pemerintah Myanmar untuk mengidentifikasi masalah akar agar Rohingya dapat membangun kehidupannya kembali. (*)

BERITA REKOMENDASI