Mantan Direktur Intelijen Amerika Ungkap Peristiwa 2013

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Mantan Direktur Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA, Michael Morell menyatakan, AS harus meneruskan bantuan kepada pemberontak Suriah. Ini dilakukan untuk membantu kelompok itu membantai tentara Rusia dan Iran yang bertugas di Suriah.

Morell menuturkan, langkah ini juga perlu dilakukan sebagai bentuk balas dendam atas apa yang dilakukan Rusia dan Iran di Irak pada rahun 2003 lalu. Menurut Morell, saat itu Iran dan Rusia memberikan bantuan pada milisi Syiah, yang telah banyak membantai pasukan AS.

“Ketika kami berada di Irak, Iran telah memberikan senjata kepada milisi Syiah, yang membunuh tentara Amerika,” ucap Morell.

Morell adalah seorang veteran yang telah mengabdi selama 33 tahun CIA dan dua kali menjabat sebagai kepala agen mata-mata itu. Dia sebelumnya juga menyebut Donald Trump telah menjadi agen Rusia, tanpa disadari oleh pengusaha nyentrik itu.

Morell telah menyatakan dukungan kepada calon Presiden AS dari partai Demokrat Hillary Clinton, yang sama-sama mendukung aksi militer di Suriah untuk menggulingkan Assad. (*)

BERITA REKOMENDASI