Mantan Presiden Sebut Brasil Dikuasai ‘Gerombolan Orang Gila’, Mengapa?

BRASILIA, KRJOGJA.com – Mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan bahwa negaranya dikuasai oleh "gerombolan orang gila"

Pernyataan itu adalah yang pertama sejak ia dipenjara dengan hukuman sembilan tahun karena kasus dugaan penyuapan dan pencucian uang. Lula ditangkap pada bulan April tahun lalu.

Mantan pemimpin sayap kiri berusia 73 tahun itu menegaskan kembali bahwa dia tidak bersalah. Dia mengatakan kepada surat kabar El Pais dan Folha de Sao Paulo bahwa dia akan dengan membuka kedok orang-orang yang telah membuatnya dipenjara.

"Saya tahu betul menyimpan saejarah saya, dan saya juga tahu siapa yang akan berada di tempat sampah," kata Lula mengutip media lokal via AFP Sabtu (27/4/2019).

"Mungkin negara ini diperintah oleh gerombolan orang gila ini … negara tidak pantas mendapatkannya dan semua itu orang tidak pantas mendapatkannya," lapor harian Folha de S. Paulo.

Presien Brasil saat ini Jair Bolsonaro berhasil mengalahkan kandidat dari Partai Buruh Fernando Haddad, yang menggantikan Lula setelah ia dilarang mencalonkan diri.

Lula dihukum berdasarkan penyeledikian Operation Car Wash, sebuah penyelidikan terkait korupsi di perusahaan minyak negara, Petrobas. Sejak awal, Lula menyatakan dia adalah korban kampanye yang mencegah pemimpin sayap kiri kembali berkuasa. (*)

BERITA REKOMENDASI