Masih Belum Dapat E-KTP? Ini Penjelasan dari Kemendagri

JAKARTA, KRJOGJA.com – ‎Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjelaskan penyebab banyaknya warga yang terlambat dan menunggu lama untuk mendapatkan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), meskipun telah melakukan perekaman data sebelumnya.

Salah satu penyebab terlambatnya warga yang mendapatkan e-KTP lantaran para warga telah memiliki data ganda akibat perekaman lebih dari satu kali. Adapun dari data Kemendagri tercatat diketahui sekitar 1,9 juta warga yang berdata kependudukan ganda.

"Penduduk ini KTP-nya tidak akan jadi sebelum yang bersangkutan melaporkan ke Dukcapil untuk memilih tinggal di alamat mana. Kami tak bisa menghapus tanpa permohonan penduduk tersebut," kata Direktur Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Selain masalah data ganda, Zudan mengklaim tak ada hambatan lain dalam pengadaan e-KTP. Stok blangko untuk kartu identitas kependudukan itu diklaim telah tercukupi untuk pemakaian hingga tahun depan.

Saat ini Dirjen Dukcapil telah memiliki total 9,4 juta keping blangko yang telah didistribusikan ke setiap daerah di Tanah Air. Blangko-blangko tersebut telah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pencetakan e-KTP para warga.

"Di daerah beredar 2 juta keping (blangko), distribusi diserahkan ke kabupaten karena perekaman di dinas dukcapil kabupaten. Saat ini juga sedang dilakukan distribusi hasil pelelangan umum pengadaan blangko sebesar 7,4 juta keping," tuturnya. (*)

BERITA REKOMENDASI