Masjid Abu Bakar, Kenang Khalifah Pertama Umat Islam

MADINAH, KRJOGJA.com – Bukan hanya wilayah seluas Madinah yang menyimpan banyak tempat bersejarah terkait perjalanan Islam dan Rasulullah SAW. Di sekitar Masjid Nabawi yang notabene sebatas lingkungan masjid, banyak peninggalan bersejarah yang memiliki nilai historis tinggi. 

Baca Juga: Bikers Subuhan Jogjakarta Makmurkan Masjid

Di sekitar Masjid Al Haram Nabawi, terdapat beberapa masjid yang sarat nilai sejarah, seperti Masjid Al Ghamamah, Masjid Abu Bakar, Masjid Umar bin Khatab, Masjid Ali bin Abi Thalib maupun Masjid Al Buhkori dan lainnya. Salah satu yang menarik tentu Masjid Abu Bakar Ash Siddiq yang merupakan nama salah satu sahabat utama Nabi Muhammad SAW dan khalifah pertama sepeninggal Rasulullah SAW. 

Masjid Abu Bakar Siddiq RA sendiri merupakan salah satu dari tiga masjid tua bersejarah di barat daya (sebelah timur bagian selatan) Masjid Nabawi. Masjid ini berjejer dengan Masjid Ghamamah dan Masjid Ali bin Abi Thalib. Posisinya hanya terpaut sekitar 40 meter dari Masjid Ghamamah.

Berdasar literatur yang diperoleh Kedaulatan Rakyat sebagai bagian Tim MCH 2019, ada dua versi tentang latar belakang sejarah Masjid Abu Bakar. Versi pertama menyebutkan di lokasi masjid ini Khalifah Abu Bakar Siddiq semasa hidupnya pernah menyelenggarakan salat Hari Raya bersama Rasululah SAW dan umat muslim pada waktu itu. Itulah yang kemudian melatarbelakangi didirikannya masjid di lokasi tersebut yang kemudian dinamakan Masjid Abu Bakar sebagai bentuk penghormatan.

Sedang versi kedua menyebutkan, di lokasi masjid ini dulunya berdiri rumah kediaman Abu Bakar Ash Siddiq RA. Karena latar belakang sejarah tersebut, dibangun masjid di lokasi ini. Hanya terpaut sekitar 335 meter dari Masjid Nabawi.

Dalam sejarahnya dibangun Khalifah Umar Bin Abdul Aziz sekitar tahun ke 50H. Selanjutnya dalam bentuknya sekarang dibangun Sultan Mahmud Khan al-Utsmani (Sultan Mahmud II, wafat tahun 1255H/1839M) dan direnovasi Raja Fahd tahun 1411H tanpa mengubah bentuk aslinya. Luas Masjid Abu Bakar 19.5 x 15 meter. Pada masjid tersebut ada satu daun pintu yang diyakini asli seperti terpasang di kediaman Abu Bakar dahulu. Namun sayang berdasar kabar yang berhembus, ada kemungkinan masjid tersebut merupakan salah satu yang akan turut dirobohkan dalam rangka perluasan Masjid Nabawi.

Tentu hal ini sangat disayangkan. Kendati posisinya tertutup dan sangat jarang digunakan, namun nilai sejarahnya sangat tinggi. Hendaknya bangunan ini tetap dipertahankan selaras dengan Visi 2030 Kerajaan Arab Saudi yang ingin melakukan kemajuan di berbagai bidang tanpa terikat dengan ketersediaan minyak.

Baca Juga: An Nurumi, Masjid Unik Bernuansa Kremlin Rusia

Harapan tersebut juga disampaikan sejumlah jemaah haji Indonesia yang berkesempatan menjalankan ibadah haji di tahun 1440H ini. Salah satunya dikatakan Mawardi (50) warga Jepara yang tetap berharap masjid tersebut bisa dipertahankan. Kendati kurang begitu paham sejarah secara mendalam, tapi ia yakin jika ada nilai historis yang harus dijaga untuk anak cucu ke depan.(Feb)

BERITA REKOMENDASI