Massa di AS Tuntut Keadilan Rasial dan Khawatirkan Penyebaran Covid-19

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kematian George Floyd, pria kulit hitam pada 25 Mei di Minneapolis oleh polisi tampaknya masih meninggalkan duka bagi sebagian warga Amerika Serikat (AS).

Dikutip Voaindonesia, ribuan orang berunjuk rasa di Washington, di kota-kota lain di AS dan di seluruh dunia, Sabtu (6/6), menentang rasisme dan kebrutalan polisi. Serangkaian demonstrasi itu digelar setelah kematian seorang laki-laki Afrika Amerika dalam tahanan polisi hampir dua pekan lalu.

Demonstrasi menuntut keadilan rasial dan reformasi penegakan hukum sistemik pecah di kota-kota di seluruh Amerika dan terus terjadi setiap hari setelah kematian George Floyd di Minneapolis, negara bagian Minnesota.

Pria Afrika-Amerika itu meninggal setelah polisi bernama Derek Chauvin menekan lututnya ke leher Floyd selama hampir 9 menit, sementara dia mengerang karena tidak bisa bernapas. Kematian Floyd adalah yang terbaru dari banyak kematian di kalangan warga Amerika berkulit hitam dalam tahanan polisi.

BERITA REKOMENDASI