Massa Rompi Kuning Tetap Akan Demo

Editor: Ivan Aditya

PRANCIS, KRJOGJA.com – Gerakan rompi kuning di Prancis mengaku senang dengan sejumlah solusi dari Presiden Emmanuel Macron, tetapi tidak cukup untuk meredam aksi demonstrasi yang mereka gelar selama beberapa pekan belakangan.

"Kali ini, memang ada perkembangan. Senyum saya semakin besar ketika dia berbicara," ujar Erwan, salah satu juru bicara gerakan rompi kuning dari Rennes.

Namun, ia menganggap rangkaian solusi yang ditawarkan Macron melalui pidato itu belum cukup untuk mengakhiri demonstrasi mereka. Dalam pidato yang ditayangkan melalui siaran televisi nasional itu, Macron mengumumkan kenaikan upah minimum sekitar 100 euro atau setara Rp1,6 juta mulai tahun depan.

Selain itu, ia juga akan membantu perusahaan yang mampu memberikan bonus akhir tahun bagi karyawannya dengan tidak menerapkan pajak tambahan atas pendapatan ekstra tersebut. Tak hanya itu, Macron juga akan menghapus peningkatan pajak bagi para pensiunan di negaranya.

Menurut seorang demonstran gerakan rompi kuning lainnya dari Montceau-les-Mines, Perre-Gael Laveder, Macron belum mengambil langkah penuh untuk mengatasi masalah inti dari perekonomian Prancis.

"Semua orang menggerutu saat mendengar pengumumannya dan reaksi keseluruhan pertama kami adalah, 'Dia pikir kami bodoh,'" katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI