Mau Tahu Persiapan Ramadan di Taiwan? Ini Dia 6 Caranya!

Kedua, menuntaskan puasa tahun lalu. Tuntaskan hutang puasa sebelumnya di bulan Sya’ban. Sebagaimana Aisyah r.a. tidak dapat mengqadha puasanya kecuali di bulan Sya’ban. Perlu diketahui, menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i sampai masuk Ramadan berikutnya adalah dosa. Maka kewajibannya adalah tetap mengqadha dan ditambah kewajiban membayar fidyah menurut sebagian ulama.

Ketiga, persiapan keilmuan, yakni memahami fiqh puasa. Mu’adz bin Jabal ra berkata, “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, sebab mencari ilmu karena Allah adalah ibadah.” Atsar ini mendapatkan perhatian dari Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. Beliau berkata, “Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya, dan apa-apa yang menguranginya.”

Allah menerangkan anjuran untuk menuntut ilmu di dalam QS Al Mujadalah ayat 11, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”

BERITA REKOMENDASI