Mbah Moen Sempat Tertahan di Imigrasi

MAKKAH, KRJOGJA.com – Pengalaman berhaji 3-4 tahun lalu bersama almarhum KH Maimoen Zubair menjadi hal yang tidak bisa dilupakan Ustadz H Wijayanto MA. Saat itu, keduanya sempat ditahan pihak imigrasi Saudi Arabia.

Baca Juga: KH Maimoen Zubair Wafat, Indonesia Kehilangan Putra Terbaiknya

"Kami sempat ditahan bersama," ucap Wijayanto sela takziah meninggalnya Mbah Moen di Kantor Daker Makkah, Selasa (6/8/2019).

Hal itu lanjut Wijayanto, karena mereka menggunakan visa untuk bekerja. Bukan visa haji sehingga mereka bersama sejumlah orang lainnya tidak diperkenankan untuk masuk Makkah.

"Beliau tenang. Ada saudara dari DPR RI yang akhirnya dapat melobi," sebutnya.

Ketika itu lanjutnya, pihak imigrasi Kerajaan Arab Saudi sempat heran. Orang yang usianya sudah 90 tahunan mendapat visa bekerja.

"Mereka heran, orangtua mau kerja apa di Saudi. Nah di situ hebatnya saudara kita yang di DPR. Disebutkan kalau Mbah Moen tugasnya mencicipi makanan," kenang Wijayanto.

Meski demikian, Wijayanto menyebut siapa yang tidak kenal Mbah Moen. Meski di imigrasi tidak dikenali, Mbah Moen tetap menjadi jujugan silaturahmi begitu sampai di penginapan.

"Alhamdulillah hampir setiap tahun selalu satu maktab. Beliau tokoh yang luar biasa," sebutnya.

Baca Juga: Kepergian Mbah Moen Diiringi Hujan dan Mendung di Makkah

Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair meninggal di RS An Noer Makkah, Selasa (6/8/2019) pukul 04.17 WAS. Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembanh tersebut dimakamkan di Jannatul Ma'la pada hari yang sama bakda Dhuhur usai disalatkan di Masjidil Haram. (Feb)

BERITA REKOMENDASI