Media Arab Juluki Shimon Peres Penjahat Perang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Media-media Arab mengeluarkan sikap tidak ramah atas meninggalnya bekas Presiden Israel, Shimon Peres. Media-media itu kompak menjuluki Peres sebagai penjahat perang, meski media Barat menganggapnya sebagai sosok pejuang perdamaian Israel-Palestina peraih hadiah Nobel.

Media Mesir, al-Youm as-Sabi, mendedikasikan seluruh artikel untuk Shimon Peres dengan menyebutnya sebagai insinyur genosida terhadap rakyat Arab. Julukan negatif itu bukan tanpa alasan. Bagi media tersebut, Peres dianggap sebagai kontributor kunci untuk proyek permukiman Yahudi Israel di tanah Palestina, dan pendiri industri keamanan Israel.

”Peres: Tukang jagal dari Qana yang memenangkan (hadiah) Nobel untuk perdamaian,” demikian headline obituari Peres di situs al-Jazeera, media yang berbasis di Qatar.

Laporan itu mengacu pada serangan artileri tentara Israel di Desa Qana, Libanon selatan, pada bulan April 1996. Pada waktu itu, Israel meluncurkan agresi dengan nama ‘Operation Grapes of Wrath’ yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil yang mengungsi di kompleks PBB. Peres, Perdana Menteri Israel saat itu, mengatakan bahwa dia tidak tahu ada warga sipil di gedung PBB. (*)

BERITA REKOMENDASI