Media Asing Juga Ikuti Peristiwa Bom Bunuh Diri di Medan

MEDAN, KRJOGJA.com – Bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said Medan pada Rabu (13/11/2019). Insiden itu terjadi pada pukul 08.45 WIB.

Sumber dari kepolisian mengatakan, bom bunuh diri dilakukan oleh dua orang.

Kedua orang tersebut disebutkan menggunakan atribut Gojek dan meledak di sekitar kantin Polrestabes Medan. Bom bunuh diri tersebut terjadi sebelum apel siaga di Mapolrestabes Medan.

Peristiwa tersebut ternyata juga menjadi sorotan media asing.

Media asing dari negara tetangga terdekat, The Strait Times dan Channel News Asia dari Singapura melaporkan insiden ini dalam artikelnya yang berjudul 'Suspected suicide bombing at police HQ in Indonesia's Medan' 

"Ledakan di luar markas polisi di kota Medan, Indonesia di Sumatra Utara merupakan dugaan pemboman bunuh diri, kata seorang juru bicara kepolisian pada hari Rabu (13 November)," tulis media tersebut.

Masih dari negara tetangga, media asal Malaysia, The Star serta media asal Kanada, The Telegram turut memberitakan kejadian ini dalam artikelnya yang berjudul serupa yakni 'Suspected suicide bombing at police headquarters in Indonesia's Medan'.

Sedangkan media asal Australia, Brisbane Times menuliskan artikelnya mengenai insiden ini dengan judul 'Suspected suicide bombing in Indonesia.'

"Sebuah ledakan terdengar di luar markas polisi di kota Indonesia Medan di Sumatra Utara pada hari Rabu pagi (waktu setempat)," demikian tertulis dalam artikel media Negeri Kanguru itu.

Beralih ke media asal Timur Tengah, Israel National News, menuliskan kejadian ini dalam artikel bertajuk 'Suspected Suicide Bombing In Indonesia.'

Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut) diduga memakai atribut ojek online Gojek. PT Gojek Indonesia pun langsung melakukan pengecekan identitas pelaku bom bunuh diri yang melukai lima orang petugas kepolisian itu.

VP Corporate Affairs Gojek, Michael Say mengatakan, pengecekan identitas untuk memastikan pelaku merupakan mitranya atau hanya sekadar mengenakan atribut Gojek. "Sedang kami cek ya," katanya kepada Okezone, Rabu (13/11/2019).

Michael mengaku jika sudah menemukan identitasnya, PT Gojek akan menjelaskan secara detail. "Akan kami informasi begitu ada update dari tim ya," tutupnya.(*)

BERITA REKOMENDASI