Mencoba Selundupkan Lukisan Picasso, Miliarder Spanyol Dipenjara

SPANYOL, KRJOGJA.com – Miliarder yang juga kolektor seni asal Spanyol, Jaime Botín, dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dan denda USD 58 juta (Rp 800,4 miliar).

Hukuman dijatuhkan karena dia kedapatan mencoba menyelundupkan lukisan Picasso ke luar negeri untuk dijual dalam pelelangan.

Melansir laman BBC, lukisan Head of a Young Woman, dinyatakan sebagai harta nasional. Lukisan tersebut disita dari kapal pesiar Jaime Botín di Corsica, Prancis, pada 2015.

Jaksa penuntut menyebut, Botín berencana untuk menjual lukisan Picasso pada satu pelelangan di London.

Lukisan tersebut merupakan karya tahun 1906. Nilainya mencapai € 26 juta (USD 29 juta; £ 22 juta) setara Rp 400,2 miliar.

Ini adalah salah satu dari sedikit lukisan yang dibuat Picasso selama periode Gosol-nya, pendahulu bagi Kubisme.

Karya seni itu sekarang menjadi milik negara dan telah diberikan ke museum seni Reina Sofia di Madrid.

Botín, 83, adalah cucu pendiri bank Santander dan menduduki jabatan wakil presiden hingga 2004. Kemungkinan dia akan mengajukan banding untuk hukuman yang diberikan kepadanya.

Dia juga bisa saja tidak perlu menjalani hukuman penjara untuk waktu lama di balik jeruji besi. Itu karena para pelanggar pertama untuk kejahatan tanpa kekerasan di Spanyol sering dibebaskan jika menerima hukuman kurang dari dua tahun.

Berdasarkan aturan, pemilik setiap karya seni yang berusia lebih dari 100 tahun dan dianggap cukup signifikan secara budaya serta terdaftar sebagai harta nasional, harus meminta izin sebelum membawanya ke luar negeri.

Nah, Botín yang membeli lukisan itu pada tahun 1977 di London, diketahui telah mendapatkan penolakan izin untuk membawa lukisan tersebut ke luar negeri.

Sementara Botin menganggap dia memiliki hak untuk membawanya ke Jenewa. Sang pengacaranya juga mengatakan bahwa negara tidak dapat mengklaim lukisan itu karena hanya berada di wilayah Spanyol selama enam bulan sejak pembelian.

Namun Botín kemudian tetap dinyatakan bersalah atas penyelundupan barang budaya karena mengeluarkan lukisan dari wilayah negara tanpa izin.(*)

BERITA REKOMENDASI