Mengharukan, TKI Dastin Sudah Lupa Berbahasa Indonesia

AMMAN, KRJOGJA.com – Kisah haru TKI yang malang-melintang merantau mencari nafkah di negeri orang, kembali datang dari kawasan Timur Tengah.

Dastin binti Tasja (30), perempuan asal Desa Juntikedokan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat berhasil ditemukan oleh KBRI Amman, setelah hilang kontak dengan pihak keluarga selama 13 tahun di Yordania.

Di sana, pahlawan devisa itu memeras keringat sebagai pekerja domestik (asisten rumah tangga), berpindah-pindah majikan dan agen penyalur yang tak memiliki latar belakang hukum yang jelas dan kredibel. Bahkan saat ini, agen penyalur Dastin yang terakhir, sudah tak lagi beroperasi.

Tak menginjak Tanah Air dan berkomunikasi dengan keluarga selama satu dekade lebih, ternyata berdampak besar bagi TKI Dastin.

Di samping rindu yang menggunung pada keluarga, kini, perempuan asal Indramayu itu ternyata tak lagi bisa berbahasa Indonesia.

"Dastin saat ini sudah berada di Shelter Griya Singgah KBRI Amman dengan kondisi fisik yang sehat, namun, ia sudah tak mampu lagi berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia," menurut rilis resmi dari KBRI Amman, Kamis (19/4/2018).

Diplomat RI di Amman yang memahami proses pencarian dan penemuan Dastin turut mengonfirmasi hal tersebut.

Kepada Liputan6.com melalui pesan singkat, Nico Adam, Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Amman, menceritakan bagaimana Dastin tak melontarkan satu patah katapun dalam Bahasa Indonesia kala ia melakukan sambungan video call dengan kedua orang tua di rumah.

"Pagi tadi Kamis 19 April, Dastin telah berhasil melakukan sambungan video call dengan kedua orang tuanya, berkat bantuan LSM Buruh Migran Indonesia cabang Indramayu," tulis Nico.

"Selama sambungan itu, Dastin hanya mampu menahan suara tangis dengan air mata bercucuran," lanjutnya.

"Tak satupun kata-kata keluar dari mulut Dastin, karena ia tak mengerti Bahasa Indonesia maupun bahasa daerahnya sama sekali"

"Sesekali hanya tangannya saja melambai-lambai ke bapak-ibunya"

"Ibu Dastin pun tak kuat menahan haru, sampai-sampai terlihat bahwa ia terpaksa masuk kamar dan menangis."

"Hanya bapak Dastin yang tabah tersenyum gembira"

"Dastin kemudian berkata dalam Bahasa Arab yang bila diterjemahkan, 'aku kangen, aku ingin pulang'," jelas Nico.

Nico menjelaskan, penyebab Dastin tak lagi bisa berbahasa Indonesia adalah karena tak pernah bertemu WNI lain di Yordania selama satu dekade lebih. Perempuan itu juga tak pernah tahu kontak keluarganya di Tanah Air.

"Ditambah lagi, Dastin tak memiliki handphone," ujar Nico.

"Kemudian, karena setiap hari berbicara Bahasa Arab, maka lama kelamaan kemampuan berbahasa Indonesianya hilang."

Saat ini, upaya pemulangan TKI Dastin masih menunggu proses hukum yang tengah dilakukan oleh otoritas Yordania, berkoordinasi dengan KBRI Amman yang memberikan pendampingan, ujar diplomat RI itu.(*)

TKI

BERITA REKOMENDASI