Menu Masakan Daerah untuk Jemaah Haji Sesuai Zonasi

MEKKAH, KRJOGJA.com- Sebanyak 36 perusahaan katering akan melayani konsumsi jemaah haji Indonesia selama berada di Kota Mekkah, Arab Saudi. Mereka akan menyediakan katering jemaah untuk makan siang dan malam.

Sementara untuk sarapan pagi, pihak katering memberikan roti atau makanan ringan yang diberikan kepada jemaah saat makan malam. Untuk jadwal pemberian katering sudah terjadwal dan mesti tepat waktu.

"Yang membedakan tahun ini dengan sebelumnya terkait menu zonasi. Kementerian Agama pada tahun ini menerapkan sistem zonasi untuk pemondokan hotel jemaah. Jemaah satu embarkasi akan ditempatkan di satu hotel yang sama," kata Kepala Daker Mekkah, Subhan Cholid, Senin (15/7).

Hal tersebut lanjut Subhan juga untuk mempermudah pembagian katering berdasarkan zonasi. Seperti diketahui, tahun ini jemaah haji akan mendapatkan tiga kali dalam sepekan, menu makanan khas daerah masing-masing. 

Menu masakan daerah ini mengharuskan pengusaha katering menggunakan bahan baku makanan dan bumbu dapur asli Indonesia. Seperti menu Rawon untuk jemaah asal Jawa Timur, menggunakan bumbu asli Indonesia.

Kemudian untuk menu Ikan Patin, katering di Mekkah juga langsung mengimpor Ikan Patin dari Indonesia. Chef atau juru masak juga orang Indonesia. 

Kasie Katering Daker Mekah, Benny Darmawan menambahkan untuk jemaah haji asal Embarkasi Surabaya, akan dilayani katering dari Jawharat Asia Katering. Mereka akan memperoleh menu zonasi antara lain rawon daging, ayam geprek, serta ikan bandeng presto. "Menu zonasi akan diberikan saat makan malam pada Selasa, Kamis dan Sabtu," kata Benny.

Untuk pengemasan makanan, pihak katering menggunakan kotak aluminium foil dengan cover sesuai waktu makan. Siang berwarna biru, oranye untuk makan malam. Sedangkan kuning untuk makanan selamat datang. Boks yang sudah dikemas langsung dimasukan ke dalam cool boks untuk menjaga kehangatan makanan. (Feb)

BERITA REKOMENDASI