Menziarahi Lokasi Perang Badar, Awal Kemenangan Besar Pasukan Muslim

Editor: Ivan Aditya

MADINAH, KRJOGJA.com – Perang Badar atau juga dikenal sebagai Pertempuran Badar menjadi sebuah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan kaum kafir. Perang yang terjadi pada 17 Ramadan 2H (13 Maret 624M tersebut terjadi antara pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah berkekuatan 1.000 orang.

Sekitar dua jam pertempuran tersebut berlangsung habis-habisan yang berakhir dengan kemenangan di tangan kaum muslim. Akibat kekalahan di peperangan inilah, kaum kafir Quraisy bersumpah membalas yang diwujudkan saat terjadi Perang Uhud beberapa tahun kemudian.

Perang yang dipimpin Rasulullah SAW ini juga terkandung dalam Alquran, seperti pada Surat Ali Imran ayat 123-125: "Sungguh Allah SWT telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?" Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Selain beberapa ayat lain dalam Alquran yang menyinggung tentang perang besar tersebut.

Untuk mengetahui langsung lokasi tepat Perang Badar, Kedaulatan Rakyat yang menjadi bagian Tim Media Center Haji (MCH) 2019 berkesempatan mengunjunginya. Kota Badar terletak 80 mil sebelah barat daya Madinah. Butuh waktu hampir dua jam perjalanan melintasi jalanan di tengah gurun dan perbukitan batu di kanan kiri jalan.

Sesampainya di pinggiran Kota Badar, pengunjung yang ingin melihat langsung letak Perang Badar sudah disambut dengan papan petunjuk bertuliskan Makbarah Syuhada Badar dalam tulisan dan Bahasa Arab. Tidak berselang lama, dijumpai tugu peringatan di tengah jalan yang bertuliskan nama-nama sahabat Rasulullah SAW yang menjadi syuhada Perang badar.

Tidak jauh dari tugu monumen Perang Badar, terdapat Makbarah Syuhada badar atau Pemakaman Syuhada Perang Badar yang cukup luas. Hanya saja sayang, pemakaman tersebut tidak terbuka untuk umum setiap saat. Dikelilingi pagar tembok yang tingginya lebih dari dua meter, area pemakaman tersebut cukup luas. Beberapa pengunjung terlihat menata batu di samping pagar untuk dapat melongok suasana di area pemakaman. Ada juga yang memanfaatkan perbukitan di samping area pemakaman untuk melihat lokasi makam dengan lebih jelas.

Sama seperti pemakaman di Saudi Arabia lainnya, seperti Baqi, Ma'la, Uhud dan lainnya, Makbarah Syuhada Badar juga tanpa nisan serta tiada gundukan tanah. Hanya tatanan batu yang menandai makam-makam tersebut. Sehingga tidak diketahui, lokasi satu persatu sahabat Nabi SAW yang syahid di medan Perang Badar.

Dalam pertempuran Badar, sejumlah petinggi Quraisy Makkah juga tewas termasuk Abu Jahal atau Amr bin Hisyam. Perang yang seharusnya merupakan upaya pencegatan kabilah dagang Makkah di bawah pimpinan Abu Sufyan tersebut terjadi karena Abu Sufyan mengetahui strategi Rasulullah SAW yang ingin mencegat mereka. Sehingga ia mengirim utusan untuk memberitahu pasukan Quraisy Makkah sehingga mereka datang dengan sekitar 1.000 orang, 600 persenjataan lengkap, 700 unta dan 300 kuda yang siap menghadapi pasukan Nabi Muhammad SAW.

Pasukan muslim yang terdiri Kaum Ansar dan Muhajirin awalnya sempat kaget dengan kedatangan pasukan Abu Jahal ini. Namun akhirnya mereka bertekad menghadapi Pasukan Quraisy Makkah di Lembah Badar sehingga memperoleh kemenangan atas ridha Allah SWT. Kemenangan ini juga makin menguatkan iman kaum muslim dalam upaya menegakkan agama Allah SWT. (Feb)

BERITA REKOMENDASI