Militan Maute Jadikan Warga Marawi Budak Seks

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Militer Filipina mencemaskan peningkatan signifikan korban warga sipil dalam bentrokan di Marawi selama enam pekan terakhir. Militer menyebut ‘ratusan warga sipil’ bisa jadi tewas di kota berpenduduk Muslim tersebut.

Hal itu berkenaan dengan perlakuan mengerikan para militan terhadap sandera selama konflik berlangsung. Warga sipil diperlakukan layaknya budak oleh para pemberontak. Mereka dipaksa menjadi kuli angkut, pembawa tandu, tameng manusia, bahkan budak seks.

Sebelumnya pihak militer menyebut bahwa warga sipil yang tewas dalam bentrokan di Marawi berjumlah 27 orang. Namun angka itu dikhawatirkan bertambah.  Pasalnya, laporan dari warga sipil yang berhasil diselamatkan dari Marawi menyebut mereka melihat tumpukan mayat di daerah yang dikuasai militan.

“Jumlah warga sipil tewas yang kami miliki saat ini adalah 27 orang. Itu bisa meningkat secara signifikan saat kami bisa memvalidasi informasi tersebut,” ujar juru bicara militer Filipina Restituto Padilla.

Padilla menambahkan penyebab kematian warga sipil itu karena perlakuan mengerikan dari para teroris. “Mereka dipaksa menjarah rumah warga, mengangkut senjata atau menjadi budak seks,” papar Padilla. (*)

BERITA REKOMENDASI