Militer Filipina Klaim Pimpinan Militan Maute Terjebak di Marawi

MARAWI, KRJOGJA.com – Salah satu aktor kunci dalam penyerangan kelompok militan radikal di Kota Marawi, Filipina, adalah Omarkhayam dan Abdullah Maute. Keduanya merupakan pimpinan kelompok militan Maute dan militer Filipina mengklaim kakak adik itu saat ini terjebak di dalam Kota Marawi.

Sebagaimana dikutip dari Inquirer, Jumat (1/9/2017) Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Eduardo Ano, mengatakan bahwa selain kakak-adik Maute, pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, juga ikut terjebak di Marawi.

“Tujuan utama kami adalah tidak ada jalan keluar, tidak ada jalan untuk mereka. Mereka mengatakan ingin pergi ke surga, maka kami akan berikan mereka kesempatan pergi ke sana,” ujar Ano sambil berkelakar pada Selasa 29 Agustus 2017.

Pernyataan Ano itu dikeluarkan bertepatan dengan 99 hari semenjak militer Filipina mulai menggempur kelompok militan radikal yang menduduki Kota Marawi. Sekadar informasi, kelompok Abu Sayyaf dan Maute berniat untuk menjadikan Marawi sebagai daerah kantong ISIS di wilayah Asia Tenggara.

Jenderal Ano menyatakan bahwa berdasarkan perkembangan di lapangan terdapat indikasi Marawi dapat segera bebas dari cengkeraman kelompok militan radikal. Namun, ia tidak memberikan kepastian kapan tepatnya kota tersebut akan bebas. (*)

BERITA REKOMENDASI