Militer Filipina Ubah Strategi Tumpas Abu Sayyaf

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menetapkan batas waktu untuk operasi menumpas kelompok bersenjata Abu Sayyaf (ASG) hingga 31 Maret mendatang. Angkatan bersenjata menyatakan akan mengubah taktik untuk menundukkan para milisi yang kerap membuat onar, merompak, menculik dan menyatakan tunduk kepada kelompok Negara Islam (ISIS).

"Beliau (Duterte) menetapkan batas waktu hingga 31 Maret, dan kami sepakat dengan target yang diberikan. Saya yakin kami bisa menumpas kelompok Abu Sayyaf pada 31 Maret," kata Komandan Komando Barat Mindanao Angkatan Bersenjata Filipina, Letjen Cirilito Sobejana.

Menurut Komandan Satuan Tugas Gabungan Sulu, Mayjen. Corleto Vinluan Jr., kekuatan personel dan persenjataan Abu Sayyaf saat ini semakin menurun. Dia mengatakan pada tahun lalu jumlah anggota kelompok itu sekitar 300 orang. "Kini jumlah mereka sekitar 50 orang," kata Vinluan.

Pasukan Filipina berhasil menembak mati salah satu tokoh Abu Sayyaf, Abu Palha. Palha diduga berperan sebagai penghubung kelompok itu supaya mendapat bantuan uang dan senjata dari ISIS.

Sobejana mengatakan taktik baru yang akan dilakukan termasuk dengan mengerahkan pasukan tambahan ke Sulu. Selain itu, kata dia, militer Filipina juga akan merangkul masyarakat setempat untuk ikut aktif memerangi terorisme. (*)

BERITA REKOMENDASI