Militer Irak Terus Berjuang Usir ISIS dari Mosul

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Pasukan Irak masih terus berjuang untuk membebaskan Mosul dari kelompok ISIS yang telah menguasai kota terbesar kedua di negeri seribu satu malam tersebut sejak Juni 2014 lalu. Sejak meluncurkan operasi militer untuk merebut kembali Mosul pada 17 Oktober 2016 lalu, pasukan Irak masih belum berhasil menguasai kota tersebut.

Namun, di tengah beratnya perjuangan pasukan Irak tersebut, otoritas AS mengatakan bahwa masih ada harapan Mosul berhasil dibebaskan sebelum masa jabatan Barack Obama berakhir. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan AS Ash Carter.

"Memang perjuangan berat untuk merebut kembali Mosul dari ISIS, tapi masih ada kemungkinan pertempuran dituntaskan sebelum Presiden Terpilih AS Donald Trump dilantik," ujar Ash menjelaskan.

Saat ini terdapat 100.000 pasukan Irak, Kurdi dan milisi Syiah yang terus berjuang untuk bisa membebaskan kota tersebut dari ISIS. Selain dibantu pasukkan Kurdi dan Syiah, pasukan Irak juga menedapat bantuan dari pasukan koalisi internasional pimpinan AS. Dalam hal ini, korps koalisi membantu dengan meluncurkan serangan udara menargetkan basis ISIS di Mosul. Sementara Irak, Kurdi dan milisi Syiah melakukan serangan dari darat.

Banyak kalangan internasional menilai bahwa upaya untuk membebaskan Mosul dari ISIS sangat penting karena jika kota terbesar kedua di Irak tersebut berhasil direbut kembali, maka ini akan melemahkan ISIS yang menjadikan Mosul sebagai ibu kota kekalifahannya. Oleh karena itu, jika Mosul kembali dikuasai Irak, maka wilayah Irak lainnya dan Suriah yang dikuasai kelompok ekstremis tersebut akan jauh lebih muda untuk dibebaskan. (*)

BERITA REKOMENDASI