Militer Myanmar Selidiki Tudingan Pelanggaran

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Militer Myanmar melakukan penyelidikan internal tekait perilaku tentara pada operasi serangan balik yang menyebabkan lebih dari 500 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Kantor panglima militer Myanmar mengatakan, Satu komite pimpinan Letnan Jendera Aye Win telah memulai penyelidikan meski disebutkan bahwa operasi militer itu dilakukan berdasarkan UUD.

Satu pernyataan tertulis yang diunggah di laman Facebook Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlain menyebut bahwa panel ini akan menjawab pertanyaan, “Apakah mereka mentaati prosedur militer? Apakah mereka benar-benar mengikuti perintah komandan? Setelah itu terjawab (komite) akan mengumumkan hasilnya.

Serangan kelompok bersenjata Rohingya ke 30 pos keamanan pada 25 Agustus memicu reaksi keras militer di wilayah utara negara bagian Rakhine. PBB menyebut aksi militer ini sebagai pemusnahan kelompok etnis.

Myanmar melarang satu panel PBB yang bertugas menyelidiki tuduhan pelanggaran setelah terjadi aksi militer kecil yang dilaksanakan pada Oktober 2016. Penyelidikan oleh Myanmar, termasuk penyelidikan internal militer,  yang telah dilakukan sebelumnya, sebagian besar membantah klaim bahwa pasukan keamanan melakukan pelanggara. (*)

BERITA REKOMENDASI