Militer Myanmar Tewaskan 69 Warga Rohingya

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR (KRjogja.com) – Sejak militer Myanmar dikerahkan ke negara bagian Rakhine, wilayah utara negeri itu, hampir 70 orang tewas akibat kekerasan. Militer dikerahkan ke wilayah perbatasan dengan Banglades, yang banyak dihuni warga Muslim, menyusul serangan terhadap seorang pos perbatasan pada 9 Oktober lalu.

Kekerasan semakin meningkat setelah militer dikerahkan ke kawasan itu dan pada akhir pekan lalu, tentara menewaskan lebih dari 30 orang dalam baku tembak selama dua hari. Dalam baku tembak itu, untuk pertama kalinya militer Myanmar menggunakan helikopter serbu yang dipersenjatai senapan mesin.

Akun Facebook kantor panglima angkatan darat menyebut perburuan para tersangka sudah mengakibatkan 69 orang Bengali tewas dan 234 orang lainnya terluka anrara 9 Oktober hingga 14 November.

Nama Bengali digunakan pemerintah dan aparat keamanan Myanmar untuk menyebut etnis minoritas Rohingya yang keberadaan tak diakui pemerintah setempat. “Tujuh prajurit, termasuk seorang perwira dan 10 polisi kehilangan nyawa,” tulis dalam akun Facebook itu.

AD Myanmar sejauh ini sangat merahasiakan operasi mereka di kawasan itu dan membantah laporan para aktivis yang menyebut tentara membunuh warg sipil, memperkosa perempuan, dan membakar rumah warga. (*)

BERITA REKOMENDASI