Militer Rusia Mengakui Banyak Kehilangan Pasukan di Ukraina

RUSIA, KRJOGJA.com – Militer Rusia meratapi banyak pasukannya yang tewas dalam perang di Ukraina, dan sanksi ekonomi yang memukul negaranya cukup kuat. Rusia sebelumnya juga mengakui serangannya tidak berkembang secepat yang diinginkannya.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyesalkan adanya peningkatan jumlah korban tewas Rusia pada Kamis 7 April 2022. “Kami mengalami kerugian pasukan yang signifikan. Ini adalah tragedi besar bagi kami,” kata Peskov, dikutip dari The Korea Times, Jumat (8/04/2022).

Rusia mengalami situasi ekonomi yang paling sulit selama tiga dekade karena sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kongres Amerika Serikat (AS) juga menghapus status perdagangan dengan Moskow baru-baru ini. Serangan Rusia ke Ukraina selama enam minggu telah menyebabkan lebih dari 4 juta orang melarikan diri ke luar negeri.

Selain itu, banyak warga sipil Ukraina yang terbunuh, dan ribuan mengalami luka-luka, serta kota-kota di Ukraina hancur lebur akibat gempuran dari Rusia. Dalam langkah simbolis, Majelis Umum PBB menangguhkan keanggotaan Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia. PBB menyatakan keprihatinan besar pada pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung dan krisis kemanusiaan di Ukraina.(*)

BERITA REKOMENDASI