Minyak Mentah Dunia Menguat

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Harga minyak mentah dunia menguat sekitar dua persen pada perdagangan Kamis (29/11/2018), waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan terjadi setelah muncul sinyal Rusia bakal memangkas produksinya bersama dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Harga minyak mentah berjangka Brent naik US$0,75 atau 1,3 persen menjadi US$59,51 per barel. Selama sesi perdagangan berlangsung harga Brent sempat terdongkrak ke level US$60,37 per barel.

Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) sebesar US$1,16 atau 2,3 persen menjadi US$51,45 per barel. Harga WTI sempat menyentuh level US$52,2 per barel sepanjang sesi perdagangan.

Sejauh ini, harga minyak mentah dunia pada November telah terjerembab hampir 22 persen. Secara bulanan, harga minyak November anjlok seperti kejadian saat terjadi krisis finansial 2008.

Kenaikan terus-menerus pasokan minyak mentah AS, produsen minyak terbesar dunia saat ini, telah menekan harga bersama Arab Saudi yang menyatakan tidak akan memangkas produksinya sendiri untuk menstabilkan pasar. Dampaknya, harga Brent bulan ini sempat tertekan di bawah US$58 per barel, level terendah untuk tahun ini.

Harga minyak dunia bangkit setelah sejumlah sumber Reuters menyatakan Rusia tengah mempertimbangkan untuk ikut memangkas pasokan bersama Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak menggelar rapat dengan sejumlah pimpinan perusahaan minyak Rusia pada Selasa (28/11/2018) kemarin, sebelum menghadiri pertemuan dengan OPEC dan sekutunya pada 6-7 Desember 2018 di Wina, Austria.

"Gagasan pada rapat tersebut adalah Rusia perlu memangkas (produksi minyak). Pertanyaan utamanya adalah seberapa cepat dan seberapa banyak, ujar sumber Reuters yang mengikuti pembicaraan perusahaan minyak Rusia dengan Kementerian Energi Rusia. (*)

BERITA REKOMENDASI