Misteri Proses Pembangunan Piramida

Editor: Ivan Aditya

MESIR, KRJOGJA.com – Setiap bangunan yang dibuat oleh manusia prasejarah secara sengaja atau tidak sengaja dibuat begitu presisi. Bangunan yang presisi itu membutuhkan perhitungan matematika serta pengetahuan ilmu terapan untuk melakukannya.

Sehingga muncul anggapan kalau makhluk asing mengajari dan membantu membuat bangunan-bangunan ini. Pasalnya, berbagai pertemuan antara manusia dengan alien sudah didokumentasikan dalam setiap arca suku Maya.

Seorang ahli mesir kuno Flinder Petrie mengatakan pada survei presisi pada abad ke 19 menemukan bahwa setiap ujung puncak piramid Giza berdasarkan arah mata angin. Pendapat Petrie ini didukung oleh sekelompok peneliti yang menamakan organisasinya sebagai Glen Dash.

Mesir Kuno menggunakan teori "lingkaran Indian". Teori ini menggunakan tongkat dan tali untuk membentuk arah timur-barat. Ia menekankan kesederhanaan metode ini kemungkinan bisa diterapkan untuk membangun piramida.

Namun, studi pada 2001 menyebut bahwa pembangunan piramida yang masif ini kemungkinan dipengaruhi oleh bintang Megrez dan Phad, atau dikenal dengan rasi bintang Ursa Major.

Bintang yang terlihat setiap malam ini diukur pada posisi terendah mereka dilangit lalu dengan teori Merkhet, sebuah intrumen penunjuk waktu kuno seperti teori lingkaran Indian, dengan menyusun batu-batu dengan garis tegak lurus lalu ditempel pada pegangan kayu untuk melacak keselarasan bintang.

Hal ini juga berlaku pada monumen Stonehenge. Sebuah studi menemukan adanya lingkaran kayu di dalam lingkaran monumen itu. Peneliti memperkirakan lingkaran kayu ini mungkin menyimbolkan kehidupan. (*)

BERITA REKOMENDASI