Modus Penipuan Marak, Keamanan Jemaah Makin Ditingkatkan

MADINAH, KRJOGJA.com – Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari menyebut pihaknya makin mengintensifkan pelayanan keamanan bagi jemaah haji, khususnya saat berada di Nabawi. Hal tersebut direalisasikan melalui kerjasama dengan pihak keamanan Masjid Al Haram Nabawi.

"Harus ada koordinasi. Jangan sampai kalau ada kejadian langsung ditangani sendiri karena nantinya malah bisa berbalik kita yang kena. Karena itu harus dikomunikasikan sehingga ada kerjasama," sebut Jauhari di Halaman Masjid Nabawi, Minggu (21/7/2019).

Ia menyebut, sejumlah kejadian sempat menjadi perhatian, seperti adanya oknum yang mengaku petugas dan melakukan penipuan pada jemaah. Tentu hal ini harus segera ditindaklanjuti agar tidak ada korban yang sangat merugikan.

Saat ini sebut Jauhari, pelayanan jemaah di Nabawi menjadi prioritas seiring masa puncak jemaah haji di Madinah yang sudah terlewati. Kendati sudah jauh berkurang, namun pihaknya tidak bisa melepas begitu saja aspek pelayanan dan perlindungan jemaah yang menjadi konsen utama penyelenggaraan ibadah haji. 

Total jemaah Indonesia yang mendarat di Madinah pada gelombang I sebanyak 93.937 orang dari 229 kloter. Hingga berita ini ditulis, sudah 108 kloter yang digeser ke Mekkah membawa 39.128 jemaah. nantinya dijadwalkan seluruh jemaah haji di Madinah akan didorong sepenuhnya hingga batas akhir pada 28 Juli 2019.

Sementara itu, akhir kedatangan jemaah haji pada gelombang II pada 5 Agustus 2019. Namun demikian masih akan ada jemaah haji khusus yang mendarat di Madinah pada 2 Agustus. Mereka akan segera didorong ke Mekkah pada 5 Agustus sebagai batas akhir jemaah berada di Madinah. (Feb)

BERITA REKOMENDASI