Molnupiravir Mampu Cegah Covid-19 Berkembang Biak di Tubuh

Editor: KRjogja/Gus

Peneliti dalam beberapa waktu belakangan mengembangkan obat bernama molnupiravir, pil covid-19 yang menyerupai Tamiflu. Penelitian yang dilakukan Ridgeback Biotherapeutics LP dan Merck & Co ini secara signifikan memperlihatkan bahwa pil covid-19 itu mengurangi virus menular pada subjek. Ini terjadi dalam penelitian tahap dua setelah lima hari pengobatan.

Penelitian lebih lanjut tentang antivirus eksperimental sedang dilakukan. Jika terbukti mampu mengobati pasien covid-19 bergejala, obat molnupiravir akan mendukung rangkaian pengobatan terbatas dan menjadi antivirus oral pertama untuk melawan penyakit tersebut.

Lebih dari setahun setelah pandemi, dokter dan pasien covid-19 hanya memiliki sedikit pilihan. Hanya satu antivirus yang telah diizinkan untuk digunakan yakni remdesivir dari Gilead Sciences Inc, dan telah terbukti hanya memberikan sedikit manfaat pada pasien yang dirawat di rumah sakit yaitu mengurangi masa tinggal mereka beberapa hari.

“Obat percobaan, bernama molnupiravir, dapat berperan penting dengan membantu orang yang sakit tetapi masih di rumah, menjalankan peran yang sama seperti yang dilakukan Tamiflu untuk flu,” kata beberapa pakar penyakit menular, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal, Senin (15/3/2021).

“Penelitian ini menarik, tetapi belum sepenuhnya 100 persen lengkap. Yang perlu kami konfirmasi adalah ada manfaat klinisnya,” kata Carl Dieffenbach, direktur Divisi AIDS di Institut Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Peneliti sedang mendorong untuk menemukan obat covid-19 guna meningkatkan kinerja dari beberapa terapi yang tersedia saat ini. Mereka juga mencari terapi yang efektif melawan varian baru virus corona yang menyebar dengan cepat.

“Kebutuhan yang jelas dalam hal ini adalah pengembangan antivirus ampuh yang secara langsung bekerja pada SARS-CoV-2,” kata Anthony Fauci, direktur NIAID dan kepala penasihat medis Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dalam pengarahan Gedung Putih baru-baru ini yang mengacu pada virus yang menyebabkan pandemi.

BERITA REKOMENDASI