Moon Jae-in Masih Ragukan Komitmen Korut

Editor: Ivan Aditya

KORSEL, KRJOGJA.com – Presiden Moon Jae-in menganggap masih terlalu dini untuk optimistis terhadap hasil pertemuan antara Korea Selatan dan Korea Utara yang dijadwalkan dihelat di perbatasan kedua negara pada April mendatang.

"Ini baru permulaain. Saya meyakini kami belum berada di situasi di mana kami bisa optimistis," ujar Moon.

Namun, Moon memastikan bahwa dia tidak akan meringankan sanksi atas Korut hanya agar Pyongyang mau berunding. "Presiden mengatakan bahwa pembicaraan ini bukan berarti tekanan sanksi akan diringankan atau dicabut. Tidak akan ada hadiah apa pun untuk Korut," ucap Shin Yong-hyun dari partai oposisi, Bareun Mirae.

Meski demikian, Moon tetap menekankan bahwa tujuan akhir dari perundingan ini adalah denuklirisasi di Semenanjung Korea. "Kami tidak ingin sekadar pencegahan proliferasi nuklir atau moratorium sebagai hasil akhir," kata Moon.

Sebelumnya, delegasi Korsel yang bertemu dengan Kim Jong-un di Pyongyang mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Korut itu bersedia melakukan denuklirisasi jika keamanan negaranya terjamin. Namun, pejabat Korut sendiri menekankan bahwa program senjata nuklirnya tidak dapat diganggu gugat selama masih ada ancaman dari AS. (*)

BERITA REKOMENDASI