Moratorium Dianggap Perbanyak TKI Ilegal

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah Malaysia melalui duta besarnya di Jakarta, Zahrain Mohamed Hashim, menyatakan penangguhan pengiriman tenaga kerja Indonesia tak menjadi solusi atas maraknya pekerja ilegal yang pergi ke Negeri Jiran. Zahrain menganggap moratorium malah memperbesar potensi perekrutan dan pengiriman TKI yang tidak sesuai dengan prosedur.

"Jika moratorium terjadi akan menjadi buruk bagi kedua negara. Tanpa moratorium saja sudah banyak TKI yang pergi mencari makan ke Malaysia, apalagi disetop. Ini bukan solusi," kata Zahrain.

Tanggapan itu dilontarkan Zahrain menyusul wacana Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana, yang berencana meminta Presiden Joko Widodo menangguhkan pengiriman TKI ke Malaysia.

Wacana ini muncul menyusul maraknya kasus kekerasan dan penyiksaan yang dialami TKI di negara tersebut. Yang terbaru adalah kematian TKI asal Nusa Tenggara Timur, Adelina Jemirah, yang diduga tewas karena disiksa majikan. Zahrain mengatakan moratorium pengiriman TKI akan berpengaruh buruk terhadap kedua negara.

Sebab, Malaysia dan Indonesia sama-sama memiliki banyak kepentingan terkait pengiriman tenaga kerja. "Malaysia butuh banyak tenaga kerja migran. Malaysia-Indonesia saling memerlukan hal ini maka sekiranya kedua negara bisa mengambil langkah bersama untuk menangani masalah tenaga kerja migran ini," kata Zahrain. (*)

BERITA REKOMENDASI