Mosul Akan Diserang, Pimpinan ISIS Kabur

MOSUL (KRjogja.com) – Menteri Pertahanan Irak Khaled al Obeidi pada Sabtu, (30/7) mengatakan banyak pimpinan ISIS telah melarikan diri dari Mosul dengan membawa keluarga mereka ke Suriah menjelang rencana serangan pembebasan kota tersebut oleh Pasukan Irak.

 

“Banyak keluarga dan pimpinan Daesh (sebutan lain untuk ISIS) di Mosul menjual properti mereka dan menyelinap ke Suriah dan salah satu bagian bahkan berusaha menyelinap ke wilayah Kurdi Irak,” demikian kata Obeidi dalam wawancara yang dikutip dari Al Arabiya, Minggu (31/7/2016).

Mosul merupakan kota terbesar yang masih berada dalam kekuasaan ISIS baik di Suriah maupun di Irak. Kota yang disebut sebagai ibu kota ISIS di Irak tersebut masih dijaga oleh ribuan militan kelompok teror tersebut, namun jumlahnya diperkirakan kurang dari 10 ribu orang.

Sementara itu Pasukan Irak yang akan mendapat dukungan serangan udara dari militer Amerika Serikat (AS) diharapkan dapat mengerahkan hingga 30 ribu orang tentara untuk merebut Mosul. Meski begitu, beberapa pejabat masih mempertanyakan apakah tentara Irak akan siap pada waktunya dan apa yang akan terjadi setelah ISIS diusir dari Mosul.

Obeidi mengatakan tantangan terbesar dalam rencana pembebasan tersebut adalah mengenai perlindungan warga sipil yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekira 2 juta orang.

“Kami berharap saat operasi dimulai di kota yang sebenarnya dimulai akan ada pengungsian yang besar. Jumlah terkecil yang kami perkirakan sebanyak setengah juta orang,” ujarnya.

Palang Merah Internasional mengatakan hingga 1 juta orang terancam terusir dari rumah mereka di Mosul, sedangkan perkiraan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jumlah tersebut kemungkinan lebih besar lagi. (*)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI