Muhammad Nafee Menangis Melihat Jabal Rahmah

BERHAJI untuk pertama kalinya tentu menjadi momen yang indah bagi setiap Muslim. Tidak sedikit dari mereka merasakan kebahagiaan luar biasa saat pertama kali melihat Jabal Rahmah.

Itu pula yang dirasakan oleh Muhammad Nafee, jemaah haji asal Nigeria. Dia merasa bahagia berada di bukit yang diyakini sebagai pertemuan Nabi Adam dan Hawa itu.

Tetapi, momen indah itu juga mengundang kesedihan bagi Nafee. Dia teringat istri dan anak-anaknya yang tewas di tangan kelompok teroris Boko Haram.

Nafee menempuh perjalanan ribuan mil untuk melaksanakan haji sekaligus meminta perlindungan dari kekejaman kelompok Boko Haram dengan datang ke Mekah.

Dia harus kehilangan satu kakinya lantaran dipotong dan disiksa kelompok Boko Haram. Sementara istri dan anak-anaknya tewas ditembak tanpa alasan yang jelas.

Berdiri di Jabal Rahmah sembari berteriak 'Allahu Akbar' membuat Nafee merasakan kedamaian dan melupakan sepenuhnya pengalaman pahit tersebut. Bersandar para tongkat penyangga, Nafee berdiri.

"Saya mengalami banyak penderitaan karena keluarga saya telah dibunuh. Saya mengalami mimpi buruk setiap malam dan menjalani hidup dalam kepahitan setelah keluarga saya terbunuh," kata Nafee.

"Istri dan anak-anak saya adalah sesuatu yang sangat berharga bagi saya di kehidupan ini dan karena terorisme, mereka tidak berada di sini hari ini. Tapi saya tidak lama merasakan kesedihan berdiri di sini, di Jabal Rahmah. Saya sangat menikmati pengalaman spiritual ini," ucap dia.

Padang Arafah bagi Nafee seperti bagian dari surga dan dia benar-benar menikmati pengalaman hajinya. Dia berdoa dan memohon kepada Allah agar memberikan pahala surga bagi istri dan anak-anaknya.

Nafee pun sangat bersyukur dapat menjalankan ibadah haji di tengah segala kesulitan yang dia hadapi sebelumnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI