Muhyiddin Yassin, PM Malaysia ke-8

KUALALUMPUR, KRJOGJA.com – Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah berkenan melantik Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu (Bersatu), Tan Sri Muhyiddin Yassin, sebagai Perdana Menteri (PM) ke-8 selaras dengan Pasal 402 (2) (a) dan Pasal 43 (2) (a) Perlembagaan Persekutuan atau UndangUndang Federal.

Dalam pernyataan pers pejabat Istana Negara atau Datuk Pengelola Bijaya Diraja, Datuk Ahmad Fadil Shamsuddin di Kualalumpur, Sabtu (29/2), mengatakan, baginda berpandangan Muhyiddin mendapat kepercayaan mayoritas anggota parlemen. Keputusan tersebut diperoleh setelah ketua-ketua partai politik dan anggota parlemen atau dewan rakyat secara bebas mengemukakan nama-nama calon PM kepada Yang di-Pertuan Agung.

”Sehubungan dengan itu, Seri Paduka Baginda telah berkenan melantik Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai PM selaras Pasal 40 (2)(a) dan Pasal 43 (2) (a) Perlembagaan Persekutuan (Undang-Undang
Federal),” katanya.

Ahmad Fadil mengatakan, proses selanjutnya adalah Istiadat upacara pengangkatan, termasuk pengucapan sumpah jabatan sebagai perdana menteri pada Minggu (1/3) jam 10.30 pagi di Istana Negara.
Presiden Bersatu Muhyiddin Yassin meminta seluruh rakyat Malaysia menerima dengan baik keputusan Yang Dipertuan Agung (Raja Malaysia) yang diumumkan Istana Negara yang mengangkatnya sebagai PM ke-8.

Muhyiddin memanjatkan rasa syukur atas perkenan Raja untuk melantiknya sebagai perdana menteri yang baru. “Saya menjunjung kasih di atas perkenan Yang Dipertuan Agung dan sebab itu saya ingin ucapkan terima kasih kepada semua yang memberi dukungan moral kepada saya,” katanya, seperti dilansir Antara.

Muhyiddin mengatakan, pihaknya telah beristikomah untuk menyatakan syukur atas anugerah diberikan Tuhan kepada dirinya. Penunjukkan Muhyiddin sebagai PM ke-8 Malaysia dilakukan menyusul pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai PM secara mengejutkan pada awal pekan ini. Hal ini semakin memicu pertanyaan besar terhadap gejolak politik di negari jiran ini.

BERITA REKOMENDASI