Muhyiddin Yassin, PM Malaysia ke-8

Mahathir sebelumnya sempat mengatakan, ia akan kembali mendukung Anwar Ibrahim menjadi kandidat PM dari aliansi politik yang sempat digoncang. Namun, dengan keputusan penunjukkan Muhyiddin kini menjadi tanda tanya besar dalam kemelut politik Malaysia yang semakin rumit.

Raja Abdullah sebelumnya memanggil seluruh anggota Dewan Rakyat untuk mencari calon PM yang meraih dukungan mayoritas. Diantara yang mendukung Muhyiddin dalam parlemen Malaysia, di antaranya adalah pemimpin PAS Abdul Hadi Awang, Ahmad Zahid Hamidi mewakili UMNO dan mantan wakil presiden PKR Mohamed Azmin Ali.

Muhyiddin sebelumnya dikenal sebagai seorang Wakil Presiden United Malays National Organisation (UMNO), elemen utama koalisi partai Barisan Nasional yang lahir di Muar Johor Malaysia. Muhyiddin memiliki keturunan Indonesia, yaitu sang ayah yang merupakan keturunan Bugis dan ibunya keturunan Jawa. Selama ini, pria berusia 72 tahun itu dikenal sebagai sosok yang menimbulkan kontroversi di Malaysia, salah satunya pernah melontarkan kalimat rasial. Karir Muhyiddin di bidang politik dimulai ketika ia bergabung dengan UMNO sebagai anggota di divisi Pagoh pada 1971. Hingga kemudian pada 1976, ia dipilih menjadi Ketua Pemuda UMNO Bagian Pagoh dan dari sana karier politiknya terus berkembang.

Muhyiddin pernah dilantik menjadi Ketua Pemuda UMNO Malaysia pada 1982
dan pada 1985, untuk pertama kalinya, ia dipilih menjadi Anggota Majelis Tertinggi UMNO. Pada pemilu 1986, Muhyidin terpilih sebagai Menteri Besar Johor. Masa jabatannya sebagai Menteri Besar berlangsung mulai 13 Agustus 1986 hingga 6 Mei 1995. Tahun-tahun berikutnya, jabatan politiknya semakin menanjak dengan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (1995-1999), Menteri Perdagangan dan Konsumen Dalam Negeri (1999-2004), Menteri Pertanian (2004- 2008) dan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri (2008-2009).

Muhyiddin diangkat menjadi seorang wakil perdana menteri oleh mantan perdana menteri Datuk Seri Najib Tun Razak pada 2009. Saat itu, suami dari Puan Sri Norainee Abdul Rahman ini juga sekaligus memegang jabatan sebagai menteri pendidikan. Sebagai menteri pendidikan dan wakil perdana menteri, Muhyidin sempat memicu kontroversi dengan mengumumkan kebijakan untuk mengembalikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar mata pelajaran Matematika dan Sains, di seluruh sekolah dasar dan menengah Malaysia.

Kebijakan tersebut dianggap menyulitkan, karena sebelumnya pada masa pemerintahan mantan perdana menteri (PM) Mahathir Muhammad, bahasa pengantar kedua mata pelajaran tersebut menggunakan bahasa Inggris. Muhyiddin sempat menjadi menteri dalam negeri, yaitu mulai pada 21 Mei 2018 hingga 24 Februari lalu, bersamaan dengan pengunduran diri Mahathir.

Jauh melihat ke belakang, sebelum memasuki dunia politik, ia menempuh pendidikan di Sekolah Nasional Permaisuri dan Sekolah Nasional Ismail (sekolah bahasa Inggris) dan Sekolah Bahasa Inggris Pemerintah di Muar (sekolah menengah). Dia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Malaya tahun 1968 dan berhasil memperoleh gelar sarjana (Honours) Ekonomi dan Studi Melayu (1970).

Dikutip Wikipedia Malaysia, selama studi sarjana dan pascasarjana, Muhyiddin bukan merupakan sosok pintar atau jenius. Namun, ia sangat rajin dan tertarik membaca, meski bukan buku bidang
studi yang dipelajarinya. (Bro/Obi)

BERITA REKOMENDASI