Muslim di Prancis Solidaritas Jaga Gereja

Editor: Ivan Aditya

PRANCIS, KRJOGJA.com – Warga Muslim di Prancis melakukan aksi solidaritas melindungi gereja usai insiden penusukan di Nice. Inisiator gerakan tersebut, Elyazid Benferhat menyebut dirinya lebih Prancis dari apa pun.

Ia turut mengomentari Islamofobia yang belakangan disebut terus berkembang seiring rentetan peristiwa melanda Prancis sebulan terakhir. Mulai dari pemenggalan seorang guru karena menggunakan karikatur Nabi Muhammad dalam pembelajaran di kelas hingga pembunuhan brutal di sebuah gereja di Nice.

“Tapi saya juga Muslim dan kami telah melihat Islamofobia di negara ini, dan terorisme,” tuturnya.

Di balik itu, dia menyatakan bahwa setiap kali kekerasan yang pelakunya berasal dari ekstremis Islam melanda Prancis, Muslim di negara ini menghadapi stigmatisasi baru. Padahal ia yakin tidak satupun orang Muslim di Prancis punya pikiran untuk melakukan kekerasan.

“Kami mendapat ide ini. Kami perlu melakukan sesuatu selain memberi penghormatan kepada para korban. Kami berkata, kami akan melindungi gereja,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa mereka juga berkoordinasi dengan polisi setempat, setelah pemerintah Prancis berjanji untuk meningkatkan keamanan di situs-situs keagamaan yang sensitif. (*)

BERITA REKOMENDASI