Mutasi Corona Ternyata Lebih Menular

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut virus corona SARS-CoV-2 dengan varian strain D614G yang disebut 10 kali lebih menular tidak lebih ganas dan berbahaya.

Menurutnya, virus mutasi ini sudah mendominasi virus corona yang menjadi pandemi dunia saat ini. Sehingga, virus yang bermutasi ini disebut tidak lebih ganas dan berbahaya. “Sudah call (telepon) presiden GISAID, bahwa tidak ada bukti virus ini lebih ganas dan bahaya. Pada intinya, mutasi D416G sama aja dengan SAR-Cov-2 yang kita hadapi selama ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan mutasi D614G, pertama kali dideteksi Januari lalu di Jerman dan China. Namun, saat ini jenis mutasi virus itu sudah mendominasi virus corona yang menyebar di dunia. “Kalau melihat WGS, pada dasarnya 78 persen yang mengandung D614G, artinya sudah mendominasi virus corona (dunia),” lanjutnya.

Menurut Bambang dari 24 sampel whole genom sequence (WGS) Indonesia yang dikirim ke GISAID, 9 sampel mengandung D614G. Sembilan sampel itu 2 sampel berasal dari Surabaya, 3 dari Yogyakarta, 2 dari Tangerang dan Jakarta, serta 2 dari Bandung.

Untuk itu ia meminta warga agar tidak panik berlebihan, namun mesti tetap waspada penuh. Sebab menurutnya selama saling hidup bersama, maka pandemi akan tetap ada. Untuk itu ia meminta agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan. (*)

BERITA REKOMENDASI