Myanmar Bela Panglima Militer dari Sanksi Amerika

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Angkatan Bersenjata Myanmar memprotes keputusan pemerintah Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi larangan berkunjung ke negara itu kepada Panglima Jenderal Min Aung Hlaing dan tiga petinggi militer lainnya. Penyebabnya adalah dia diduga terlibat dalam pembantaian minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine.

"Keputusan itu mencoreng harga diri militer Myanmar. Keputusan kami seharusnya dihormati," kata juru bicara Angkatan Bersenjata Myanmar, Brigjen Zaw Min Tun.

Selain Min, para petinggi angkatan bersenjata Myanmar yang dijatuhi sanksi oleh AS adalah wakil panglima Soe Win, Brigjen Than Oo, dan Aung Aung. Seluruh keluarga mereka juga dilarang memasuki AS. Zaw juga menyatakan pemerintah AS tidak memahami akar permasalahan di Rakhine.

Militer Myanmar terus menjadi sorotan setelah diduga melakukan persekusi, pengusiran, hingga pembunuhan terhadap etnis Rohingya dan minoritas lainnya di Rakhine. Kekerasan itu kembali memburuk sekitar Agustus 2017 lalu.

Kekerasan dipicu oleh penyerangan sejumlah pos polisi oleh kelompok militan di Rakhine. Alih-alih menangkap para pelaku, militer Myanmar diduga mengusir, menyiksa, hingga membunuh etnis Rohingya. (*)

BERITA REKOMENDASI