Myanmar Gelar Pemilu Anggota Parlemen

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Myanmar melangsungkan pemilihan umum sela pada Sabtu (03/11/2018). Pemilu ini berskala kecil, namun menentukan bagi Aung San Suu Kyi, yang merebut kekuasaan di Myanmar bersama Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada 2015 lalu.

Selama beberapa tahun berkuasa, Suu Kyi kerap dikritik, terutama terkait persoalan hak asasi manusia etnis Rohingya di negara bagian Rakhine. Sebanyak 13 kursi diperbutkan kali ini, terdiri dari kursi parlemen dan legislatif daerah, dan tersebar di seluruh Myanmar.

Lebih dari 20 partai ikut serta dalam pemilu sela ini, dan 69 kandidat yang bertarung memperebutkannya. Reputasi peraih Nobel Suu Kyi tampaknya tetap baik di dalam negeri daripada di luar negeri.

Di luar, citranya sebagai ikon perdamaian rusak akibat krisis tak berkesudahan yang menimpa Rohingya. Lebih dari 720 ribu orang dari minoritas Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak serangan militer pada Agustus 2017.

Hingga kini mereka meringkuk di kamp-kamp yang penuh sesak, menceritakan kisah-kisah pembunuhan, pemerkosaan, dan desa-desa yang terbakar habis.

Myanmar membantah hampir semua tuduhan tersebut, dan mengklaim tentara mereka melakukan pembelaan diri terhadap militan Rohingya. (*)

BERITA REKOMENDASI