Myanmar Larang Warganya Bekerja ke Malaysia

NAYPYIDAW (KRjogja.com) – Myanmar mengeluarkan larangan bagi warganya yang ingin bekerja di Malaysia. Kementerian Imigrasi Myanmar secara resmi memberhentikan izin bekerja ke Malaysia. Myanmar melarang warganya bekerja di negara dengan penduduk mayoritas Muslim tersebut setelah hubungan kedua negara memanas pascainsiden berdarah di Rakhine yang menimpa etnis Muslim Rohingya

"Myanmar telah menghentikan sementara pengiriman tenaga kerja ke Malaysia sejak Selasa 6 November 2016 karena situasi saat ini di Malaysia," ujar sebuah sumber yang tidak diketahui indentitasnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dilansir Aljazeera, Rabu (7/12/2016), keputusan Myanmar tersebut muncul setelah Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengecam pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, dalam aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya di Kuala Lumpur, Malaysia pada Minggu 5 November 2016. Razak juga menambahkan, insiden yang dialami etnis Rohingya termasuk kejahatan genosida.

"Kami ingin memberi tahu Aung San Suu Kyi, kekerasan ini sudah cukup. Kita harus membela saudara sesama Muslim. Dunia tidak boleh hanya duduk dan menonton genosida yang terjadi," tutur Razak dalam aksinya mengecam Myanmar. Selain itu, seorang menteri Malaysia juga menganjurkan peninjauan kembali keanggotaan Myanmar di ASEAN.

Malaysia sudah sejak lama menjadi salah satu negara tujuan utama bagi warga Myanmar untuk bekerja. Sebagian besar dari mereka bekerja di industri pabrik, makanan, dan perhotelan dengan gaji rendah.

Sebelumnya, Malaysia mengungkapkan sekira 56 ribu pengungsi Rohingya masuk ke wilayahnya lewat jalur laut selama beberapa tahun terakhir.

Sedangkan Suu Kyi mewakili Myanmar telah membantah tuduhan Malaysia tersebut terkait genosida. Suu Kyi meminta masyarakat internasional untuk berhenti memicu api kebencian. Hal tersebut membuat hubungan Myanmar dan Malaysia menjadi renggang. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI