Najib Didakwa Terkait Laporan Audit 1MDB

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Mantan Perdana Menteri Najib Razak dan eks bos 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), Arul Kanda Kandasamy, didakwa atas dugaan pemalsuan laporan audit lembaga investasi negara tersebut dalam persidangan di Kuala Lumpur.

Najib diduga menggunakan posisinya sebagai perdana menteri untuk mendapatkan perlindungan dari sanksi sipil lantaran memerintahkan laporan audit akhir 1MDB dimanipulasi sebelum diberikan kepada Komite Akuntan Publik.

Mantan PM itu juga diduga melakukan pelanggaran tersebut di bekas kantornya dulu di Putrajaya antara 22 Februari dan 26 Februari 2016.

Pada November lalu, kepala auditor pemerintah mengatakan laporan audit 1MDB telah diubah sehingga tak sesuai dengan kondisi keuangan yang sebenarnya.

Beberapa paragraf dihapus dari laporan itu, salah satunya mengenai keikutsertaan pengusaha Low Taek Jho atau Jho Low dalam pertemuan dewan 1MDB. Jho Low adalah tokoh yang disebut-sebut sebagai dalang di balik plot korupsi besar-besaran 1MDB

Sementara itu, Arul dituduh membantu Najib memalsukan laporan audit tersebut. Dalam persidangan, Najib mengaku tidak bersalah. Jika terbukti bersalah, Najib terancam dihukum 20 tahun penjara. (*)

BERITA REKOMENDASI