Narkoba Jaringan Internasional Masuk Melalui Cirebon

Editor: Ivan Aditya

CIREBON (KRjogja.com) – Pelabuhan Cirebon menjadi jalur masuk peredaran narkoba jaringan internasional. Fakta tersebut terungkap dalam sidang perkara kepemilikan dan peredaran sabu seberat 39,5 kg dan 180.000 butir pil ekstasi yang digelar di Pengadilan Negeri Cirebon, Kamis (22/09/2016).

Sejak September 2015, setidaknya sudah tiga kali barang haram tersebut masuk ke Indonesia, melalui Pelabuhan Cirebon. Berat sabu yang masuk melalui Pelabuhan Cirebon pada Maret 2016, dipastikan lebih dari 39,5 kg, karena dua hari sebelum operasi penyergapan pada 16 Maret 2016 lalu, sebanyak 20 kg sabu sudah diambil Mr X dibawa ke Jakarta melalui jalur kereta.

Sidang menghadirkan sembilan terdakwa dalam berkas perkara yang berbeda, dan saksi empat orang dari tim penindakan atau penangkapan. Kesembilan terdakwa yakni R, F, J, RG, S alias Acay, Y alias Abeng, K, GA, dan HU. Menurut empat saksi, sembilan terdakwa ditangkap di Cirebon, Jakarta, Riau dan Medan.

Sabu diambil dari Asoe dan Aseng di Malaysia kemudian dibawa ke Pelabuhan Cirebon, yang dikendalikan oleh dua orang narapidana penghuni Lapas Narkotika Cipinang dan penghuni Lapas Tanjung Gusta Medan.

Melalui kendali terdakwa R yang baru setengah menjalani masa hukuman 12 tahun penjara atas perkara narkotika, dan K inilah, sabu dan ekstasi diedarkan, dan uang hasil penjualan dikumpulkan di terdakwa GA.

Majelis hakim yang diketuai Moch Muchlis mencecar saksi untuk memetakan peran masing-masing terdakwa dan garis instruksinya. "Kami harus jelas melihat peran masing-masing terdakwa dalam perkara ini," kata Muchlis.

Begitu juga dengan tim Jaksa Penuntut Umum yang dibawah koordinasi Kasi Pidum Kejari Cirebon Asep Sunarsa. Sidang akan dilanjutkan Kamis 29 September 2016 pekan depan. (*)

BERITA REKOMENDASI