NATO Usir 7 Diplomat Rusia

Editor: Ivan Aditya

RUSIA, KRJOGJA.com – Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengusir tujuh diplomat Rusia sebagai akibat dan konsekuensi atas kasus peracunan eks mata-mata, Sergei Skripal, di Inggris pada awal Maret lalu. Stoltenberg juga menuturkan akan mengurangi sepertiga perwakilan Rusia di NATO dari 30 menjadi 20 orang sebagai respons internasional atas insiden yang diduga didalangi oleh Kremlin tersebut.

"Saya telah menarik akreditasi tujuh perwakilan Rusia di NATO. Saya juga akan menolak permintaan akreditasi bagi tiga perwakilan Rusia lainnya," ucap Stoltenberg.

Keputusan NATO ini menambah pelik ketegangan antara Rusia dan negara Barat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, 22 negara  juga telah melakukan hal serupa sebagai bentuk solidaritas terhadap Inggris yang telah lebih dulu mengusir 23 diplomat Rusia dari negaranya.

Stoltenberg menuturkan Rusia telah menyepelekan persatuan persekutuan NATO. Dia menegaskan Rusia harus mengurangi aktivitas intelijennya yang mengancam di negara NATO dan negara lainnya yang turut mengusir diplomatnya.

Meski begitu, Stoltenberg menekankan bahwa aliansinya tidak ingin memulai perang dingin baru dengan Moskow. Dia mengatakan NATO akan tetap melanjutkan keterbukaan berdialog dan pendekatan pertahanannya secara formal serta informal dengan Rusia. (*)

BERITA REKOMENDASI