Negara Barat Frustasi atas Keberhasilan Rusia di Aleppo

Editor: Ivan Aditya

RUSIA (KRjogja.com) – Inggris dan Barat frustasi dengan keberhasilan Moskow di Aleppo timur, termasuk dengan bantuan kemanusiaan. Demikian pernyataan Dubes Rusia untuk Inggris sembari menambahkan London tidak memiliki proposal untuk aksi serupa di Suriah.

Utusan Rusia ke Inggris, Aleksandr Yakovenko, diikuti pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. Pada hari Kamis, Johnson memanggil Yakovenko dan Dubes Iran, Hamid Baedinejad, secara terpisah untuk berbicara tentang keprihatinan Inggris atas situasi di Suriah serta tindak Moskow dan Teheran di Suriah.

“Mereka sedikit frustasi dengan situasi karena tidak ada yang mengharapkan, kita akan cukup efektif berurusan dengan situasi kemanusiaan. Saya pikir tidak seorang pun di London yang mengharapkan kita akan sangat efektif berurusan dengan orang-orang bersenjata yang meninggalkan Aleppo,” kata Yakovenko.

Pada hari Jumat, Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah mengumumkan pembebasan Aleppo timur sementara tentara Suriah menargetkan kantong perlawanan militan yang terisolasi. Dari awal operasi, sekitar 3.400 militan menyerah kepada pasukan pemerintah dimana sekitar 3.000 militan mendapatkan amnesti. Sementara, ribuan orang lainnya diizinkan meninggalkan Aleppo, kata Kementerian Pertahanan Rusia. Ribuan orang juga kembali ke rumah mereka di daerah yang dibebaskan dan mendapat bantuan kemanusiaan.

“Jadi pada dasarnya, Inggris harus melihat situasi sedikit dari sudut yang berbeda, dari sudut realitas dan fakta,” kata Yakovenko.

Namun pandangan ini dimentahkankan oleh Palang Merah Internasional dan PBB yang mengatakan Moskow hanya memberi waktu beberapa jam kepada organisasi internasional menyalurkan bantuan. Meski begitu, Yakovenko mengatakan pada bagian pengiriman bantuan, Inggris bahkan tidak memberikan usulan. (*)

BERITA REKOMENDASI