Negara Eropa Desak Suu Kyi Akhiri Kekerasan Rohingya

Editor: Ivan Aditya

INGGRIS, KRJOGJA.com – Inggris, Perancis, dan Australia mendesk pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi pada hari Senin untuk mendorong diakhirinya kekerasan militer terhadap Muslim Rohingya. Sementara itu, penasihat keamanan nasional negara tersebut mengatakan bahwa mereka yang telah melarikan diri dapat kembali ke Myanmar, namun prosesnya harus didiskusikan.

Aksi militer terhadap serangan gerilyawan bulan lalu di wilayah barat Myanmar membuat lebih dari 410.000 Muslim Rohingya yang melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Mereka melarikan diri dari aksi militer Myanmar yang disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pembersihan etnis. Pemerintah Myanmar sendiri menyebut sekitar 400 orang tewas dalam pertempuran tersebut.

"Kami akan memastikan bahwa setiap orang yang meninggalkan rumah mereka dapat kembali ke rumah mereka namun ini adalah proses yang harus kami diskusikan," ujar Penasihat keamanan nasional Myanmar Thaung Tun.

Tun memastikan, setiap orang dapat memperoleh bantuan kemanusiaan tanpa mendapatkannya diskriminasi. Kondisi ini menurut dia, merupakan salah satu hal yang disepakatii pihaknya. (*)

BERITA REKOMENDASI