Negara Pemilik Senjata Nuklir Diharapkan Adopsi SEANWFZ

VIENTIANE (KRjogja.com) – Memulai kegiatan untuk Asean Ministerial Meeting ke-49 di Vientiane, Laos, Sabtu (23/7/2016), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menghadiri dan melakukan serangkaian pertemuan di hari pertama.

Pada pertemuan dengan Menlu negara anggota ASEAN dalam SEANWFZ (South East Asia Nuclear Weapon Free Zone), Menlu RI menekankan perlunya ASEAN untuk terus mendorong proses penandatanganan dan ratifikasi Protokol SEANWFZ oleh  negara pemilik senjata nuklir. Perjanjian SEANWFZ yang telah ditandatangani oleh seluruh negara ASEAN pada tahun 1997 dan masih menunggu negara negara pemilik senjata nuklir untuk menjadi bagian perjanjian ini.

"ASEAN harus membangun komunikasi dengan negara pemilik senjata nuklir untuk mengindentifkasi isu yang masih menjadi hambatan," tegas Menlu, dalam rilis yang diterima KRjogja.com.

Menlu juga menyampaikan komitmen Indonesia dalam menjalankan _Plan of Action to strengthen the implementation of the_ SEANWFZ _treaty_ (2013-2017). Indonesia saat ini sedang memproses rencangan undang-undang mengenai keamanan nuklir, di mana salah satu inti dari peraturan tersebut akan mengenakan sanksi bagi kepemilikan, penggunaan, pemindahtanganan dan penyimpanan senjata nuklir. (*)

 

BERITA REKOMENDASI