Netanyahu Mengaku Diserang Kampanye Hitam

Editor: Ivan Aditya

ISRAEL, KRJOGJA.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut skandal putranya, Yair, sebagai kampanye hitam menentang anti-pemerintah. Rekaman Yair Netanyahu yang sedang mabuk bersama kawan-kawannya, para putra bos perusahaan gas dan konglomerat di klub striptis beredar viral.

Rekaman itu menuai kecaman banyak kalangan lantaran tidak saja berisi obrolan soal penari telanjang, tapi juga klaim bahwa Netanyahu telah memberikan kontrak gas yang penting kepada kawan dekatnya. Netanyahu menganggap insiden itu plot jahat yang ingin menjatuhkan dirinya dan keluarga.

Dia juga memuji Yair karena telah meminta maaf. "Saya bersama istri membesarkan anak-anak saya dengan menekankan rasa hormat kepada setiap orang termasuk wanita," kata Netanyahu.

Rekaman percakapan Yair dan dua orang temannya di kelab striptis di Tel Aviv sekitar 2015 lalu bocor ke publik oleh salah satu media Israel, Hadashot News, pada awal pekan ini. Salah satu teman Yair adalah putra Kobi Maimon, pebisnis sekaligus pemilik saham ladang gas alam di negara tersebut, Ori Maimon.

Salah satu alasan yang membuat rekaman itu viral adalah percakapan Yair dan Ori mengenai transaksi bisnis sang ayah dengan ayah Ori mengenai kesepakatan gas alam di negara itu. Yair dan kerabatnya itu terdengar saling menggoda dan menunjuk siapa yang akan membayar minuman dan penampilan para penari telanjang.

Diketahui dalam keadaan mabuk, Yair terdengar mint Ori untuk membayar pesta mereka malam itu sebagai balas budi terhadap sang ayah yang telah memuluskan bisnis ayah Ori. Selain itu, Yair juga menyebut bahwa para penari itu merupakan pelacur. (*)

BERITA REKOMENDASI