Nilai Demokrasi bisa Diproyeksikan Lewat Kebijakan

MOSCOW, KRJOGJA.com – Mantan Menteri luar Negeri RI Hasan Wirajuda menegaskan bila prinsip bebas dan aktif serta nilai-nilai demokrasi dapat diproyeksikan melalui kebijakan luar negeri RI.  Karena itu pula Indonesia berperan dalam pembentukan ASEAN Community, East Asia Summit, Interfaith dan Intercultural Dialogue pasca serangan teroris di New York dan Washington pada 11 September 2001, serta proses pemulihan dan rehabilitasi pasca- Tsunami Aceh.

Hasan Wirajuda mengemukakan hal tersebut dalam ceramah  berjudul ‘Indonesia’s Foreign Policy in the 21st Century and the Prospects of Indonesia- Russia Relations’ di Universitas MGIMO, Selasa (15/10). Ceramah di hadapan  mahasiswa, think tank, akademisi, dan kalangan diplomatik pada kegiatan ASEAN Academic Days yang diselenggarakan oleh ASEAN Center Universitas MGIMO atau Moscow State Institute for International Relations of the Ministry of Foreign Affairs of the Russian Federation. 

Dalam siaran pers KBRI yang diterima KRJogja.com, Rabu (16/10) dinihari disebutkan tampak hadir Dubes Vladimir Plotnikov, teman lama Menlu Hassan Wirajuda yang juga Dubes Rusia untuk Indonesia (2000-2004). Juga hadir Kuasa Usada Ad Interim (KUAI) KBRI Moskow Azis Nurwahyudi, memimpin jajarannya mengikuti kuliah umum.

Dr Hassan Wirajuda  optimis bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik akan memberikan kesempatan kepada RI untuk memainkan peranan yang lebih besar di kawasan. Disampaikannya bahwa menurut proyeksi para ekonom, pada tahun 2025 Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia, dan akan naik ke peringkat ke-4 terbesar pada tahun 2050.

Azis mengemukakan, dari luasnya paparan Hasan Wirayuda peserta pasti  mendapatkan manfaat dan inspirasi untuk memperkaya aktifitas diplomasi dengan Rusia. “Saya yakin, mahasiswa dan seluruh peserta tadi membawa pulang ilmu pengetahuan yang kaya mengenai kebijakan politik Indonesia” tambah Azis. Sebagaimana  seorang peserta yang Analis di ASEAN Center MGIMO, Valeria menyampaikan antusiasnya mengikuti ceramah, hanya menyesalkan terbatasnya waktu paparan. 

Perhelatan ASEAN Academic Days dilaksanakan untuk meningkatkan awareness professional muda, mahasiswa serta institusi pendidikan dan lembaga think tank setempat tentang perkembangan dalam berbagai bidang di kawasan Asia Tenggara dan kemitraannya dengan Rusia. Selama periode 7 – 23 Oktober 2019, selain Wirajuda, MGIMO mengundang akademisi terkemuka dari kawasan ASEAN untuk menjadi pembicara. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI