Obama Lemah Terhadap Teroris?

WYOMING (KRjogja.com) – Jelang peringatan tragedi 11 September, Dick Chenney menuding Presiden Amerika Serikat Barack Obama tidak serius menangani teroris. Mantan wakil presiden AS di bawah pemerintahan George Washington Bush menilai, kepemimpinan pria berdarah Kenya itu justru telah melemahkan posisi Negeri Paman Sam sebagai digdaya, sementara teroris dibiarkan tumbuh subur. 

“Presiden Obama lebih berdedikasi melemahkan kekuatan AS daripada mengalahkan musuh-musuh kita. Dia telah meningkatkan kemampuan, capaian dan keuangan musuh kita, juga kepala-kepala negara yang selama ini jadi sponsor teroris. Sementara sekutu dan pertahanan nasional kita dikorbankan,” tulis Chenney dan putrinya dalam sebuah kolom opini di Wall Street Journal, demikian dikutip dari Daily Mail, Minggu (11/9/2016).

Cheney mencontohkan, pencabutan sanksi nuklir Iran sebagai kemunduran diplomasi AS. Dia memandang, Presiden Obama bersama Menteri Luar Negerinya, John Kerry dan capres AS Hilllary Clinton saat ini lebih berfokus menyenangkan para mullah di Iran. Mereka lupa bahwa darah warga AS pernah tumpah di tangan orang Iran. Apalagi selama beberapa dekade terakhir, Iran terbukti telah menjadi negara yang paling terdepan dalam mensponsori kegiatan teroris internasional. 

"Dia (Obama) menyebut kebijakannya sebagai cara mengakhiri perang. Tetapi banyak orang menyadari, pendekatan yang dilakukannya adalah bukti kekalahan AS dalam peperangan," tandas politisi Republik tersebut. 

Pendahulu Joe Biden itu juga mengkritisi kebijakan Obama dalam perampingan pasukan militer. Menurut Chiney, hal tersebut memungkinkan musuh membangun kekuatannya, sementara para tentara AS jadi menurun performanya karena jarang berlatih. “Dengan mengurangi jumlah dan kekuatan pasukan kita, dia memastikan perang di masa depan akan semakin lama. Dengan begitu, dia juga akan menggiring lebih banyak warga AS hidup dalam bahaya,” cetusnya. (*)

BERITA REKOMENDASI